


"Ah....".Dia menarik tanganku hampir saja kami ciuman."Kembalilah seperti saat dulu,"kata Gevan."Nggak nggak akan kita nggak akan bisa satu lagi.kataku melepas genggaman Gevan.
Nevtasha langsung nangis dan lari keluar sekolah."Kurasa di pulang,"kata Verio."Ah aku juga yakin emang mau kemana dia kabur,"kata mbak Audi meyakinkan."Mbak jangan-jangan dia kabur dari rumah,"kataku."Aku kurang yakin dia begitu,"kata Gevan sok meyakinkan.
"Ini karna kamu tau nggak,"kataku langsung berlalu."Ada apa lagi sama dia heh mereka berdua emang gila,"kata Gevan ikut pergi.
Pelajaran kali ini sangat membosankan.saat keluar kelas aku duduk dikursi dekat perpustakaan.Aku tertidur sangat lelap.Tiba-tiba Gevan datang dan menciumku lalu pergi."Eh apa yang terjadi oh aku disini,"kataku bingung.
Sampai rumah."Dek Nevtasha kok nggak ada ya,"kata mbak audi bingung.Sedangkan Nevtasha pergi dia masih bingung.Apakah ini salah atau benar.Tapi dia hanya memikirkan diri sendiri.
Aku mbak Audi,Gevan,dan Verio sibuk nyari Nevtasha.Kita sampe masak poster.Nanya orang .Semua dah dilakukan tapi rasanya percuma.
Malampun Tiba.Hujan deras mengguyur kami semua.Walaupun basah kuyup.Kami rela mencarinya.
Tiba-tiba aku melihat Nevtasha lari terbirit-birit setelah melihatku."Nevtasha,"teriaku."Iya itu Nevtasha,"kata Gevan."Ver gimana ini,"kata mbak Audi makin bingung."kejar,"kata Verio langsung lari.Semua pun ikut.
Saat hampir menggemgam tangan Nevtasha.Pohon besar tumbang didepan kami."Rissa awas,"kata Gevan sambil memelukku."Nggak tapi gimana Nevtasha,"kataku."Guys kita berteduh dulu,"kata verio melihat sebuah halte bis.
Nevtasha udah nggak kuat jalan dia pingsan.Tiba-tiba ada orang jalan terus ngaeliat nevtasha.langsung di bawa balik kerumah Nevtasha.
"Junda ngapain kesini,"kata ayah."Ini paman Nevtasha keujanan terus pingsan,"kata Junda.Oh ya Junda itu adek sepupuku.Sedangkan kami ber empat pulangnya nyusul.
"Nevtasha yang sadar dikamarnya lang sung keluar kamar."Maaf ya kak ngerepotin,"kata Nevtasha yang wajahnya pucat."Iya tenang aja Gevan untuk kamu kok tuh Junda dateng,"kataku.Gevanpun memeluk Nevtasha.
Menurutku Gevan sudah bisa melupakanku dari hatinya.Dan tumbuh lagi cinta baru yaitu Nevtasha.Aku senang Nevtasha bisa tersenyum.Aku bahagia.
Saat aku duduk diteras.Verio nyamperin."Kamu nggak papa?,"tanya Verio."Nggak aku seneng Gevan dah bisa ngelupain aku,"kataku.
"Dek kalo kamu sakit hati curhat aja,"kata mbak audi."Iya tenang aja mbak,"kataku polos.
Apakah ada kejadian aneh lagi baca aja lanjutannya.

No comments:
Post a Comment